Tuesday, 15 May 2012
Kado terindah Dewi
Kawan baruku bernama dewi, dia gadis yang baik dan cukup ramah. Dewi pindah ke ibukota beberapa bulan lalu. Waktu pertama kali bertemu dia, aku sudah merasa kalau dia merupakan anak yang baik. Dewi berasal dari ujung pulau jawa, di kampungnya dia merupakan anak yang cerdas, dengan alasan mengejar cita-cita dan demi membahagiakan orang tuanya, dia memutuskan untuk pindah ke ibukota ini dan disinilah dia bertemu dengan ku.
Pagi itu rekan kantorku mengenalkan aku dengan dewi, dewi merupakan teman baruku dan juga teman baru bagi rekan-rekanku dikantor. Awalnya aku tidak begitu mengenal dewi karena memang dia ditempatkan di bagian lain, namun seiring berjalannya waktu aku pun akhirnya sedikit demi sedikit mengenal dewi, walaupun butuh proses lama. Sampai suatu ketika aku berbincang dengan salah satu senior ku dikantor. Dalam perbincangan itu dia mengatakan ingin menjodohkan dewi dengan salah satu rekanku yang lain dikantor, sebut saja namanya wahyu supono.
Wahyu merupakan salah satu karyawan yang teladan, dia anak metropolitan. Tampaknya cukup, namun dia mempunyai kelebihan dan cita-cita yang tinggi, walaupun terkadang sedikit kampungan. Aku sering berbincang-bincang dengan wahyu, meskipun umurnya beda beberapa tahun, namun perbincangan kita bisa nyambung.
“dewi masih jomblo tuh” kata salah satu seniorku
“Emang kenapa om”
“ma lo aja, mau ga?”
“wah, gw mah da dijodoin om” selorohku
“sebenarnya sih, gw mo jodoin ma wahyu” katanya
“bagus tuh om”
“iya, wahyu tuh sebenarnya keren juga kalau didandanin” katanya
“masa sih om”
“hahaha” kataku
Dari situ aku pun akhirnya punya pikiran sama, “gimana ya kalau dewi dan wahyu di jodoin” pikirku.
Hari-hariku dikantor berjalan seperti biasa, namun kata-kata seniorku yang berniat menjodohkan dewi dan wahyu selalu berputar-putar dalam otakku. “gimana ya cara” pikirku.
Sampai suatu sore aku bertemu dengan wahyu yang lagi sendirian di pojok kantor. Aku pun menghampirinya
“lagi ngapain bro” kataku
“biasa lah cuy,” katanya
Setelah berbincang-bincang cukup lama, tiba-tiba dewi muncul. Dia pun mendekati kita berdua. Kedatangan dewi membuat wahyu jadi agak over acting didepan ku. Dia menggoda dewi dengan rayuan gombalnya, sembari menyindirku dengan mengatakan
“bisa ga lo kayak gini ama anak atas katanya” katanya
“haha”
“mustahil bro” kataku
Aku melihat dewi menanggapi rayuan wahyu dengan sikap yang biasa aja tapi aku ga tahu isi hatinya dewi
“mungkin dia tidak suka”
“tapi kemungkinan juga dia suka”. Namun kata orang semua ce pasti suka kalau digodain, mungkin juga dewi suka digodain wahyu. Pikirku dalam hati.
Wahyu pun terus aja merayu dewi sembari berbincang-bincang bertiga sampai akhirnya waktu memisahkan kita bertiga, aku, wahyu dan dewi pulang ke gubug masing-masing.
Suatu pagi aku ketemu dengan dewi, waktu itu aku mau pulang ke rumah sementara si dewi baru masuk ke kantor.
“eh ada dewi” kataku
“napa mas” katanya
“wi, dicariin’ kataku
“ama siapa”?
“ama wahyu” kataku
“ apaan sih mas” katanya
“wahyu tuh sebenarnya suka ma lo”
“kasih jawaban dong” kataku
“ah, mas bisa aja” kataku
“hayo, km juga suka ya ma dia” ledekku
“ah, mas ini tukang gossip”
“co ko suka gossip” katanya
“Dia tuh raja nya gossip” kataku sembari menunjuk ke salah satu rekan yang kebetulan ada disebelahku
“haha”
Seiring berjalannya waktu aku melihat dewi dan wahyu semakin dekat, mungkin karena mereka sering bersentuhan dalam hubungan kerja. Pikirku. Memang dewi dan wahyu sering diberikan tugas yang sama oleh pimpinan, jadinya mereka pun sering terlihat bersama, walaupun dalam hubungan kerja, sampai akhirnya benih-benih cinta itu pun tanpa mereka sadari. Melihat kenyataan itu akupun teringat kata-kata bijak yang mengatakan “cinta datang tiba-tiba, karena seringnya bersama”. Aku sempat berfikir “mungkin itu yang sedang terjadi sama dewi dan juga wahyu”.
Beberapa minggu kemudian tanpa sengaja, aku mendapati mereka berdua sedang berbincang-bincang cukup hangat di pojok kantor.
“hayo, ketauan” kataku
“apaan sih lo mas, ganggu aja deh” kata dewi
“iya deh sory, hehe” kataku
“tau, yang lagi asik” haha
Disitu aku melihat ada sesuatu yang beda dari mereka berdua, “apa ya” pikirku. Namun selidik punya selidik ternyata mereka da jadian. Tapi aku tidak begitu saja percaya, Aku pun mulai menyelidiki kabar tersebut dan sempat bertanya kepada beberapa rekan ku di kantor, mereka mengatakan kalau wahyu dan dewi memang sudah jadian.
“hebat juga nih wahyu” pikirku. Sampai suatu ketika aku berjumpa dengan wahyu dan langsung mengatakan
“mantap kau bro” kataku
“apaan sih lo” katanya
“pokoknya selamat deh” katanya
“haha, bisa aja lo”
Akhirnya dewi menemukan cinta sejatinya begitupun dengan wahyu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment